GRESIK — Bukan sekadar datang, duduk, lalu dinilai. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Daruttaqwa (INSIDA) Gresik tengah menghadapi momen penting dalam perjalanan peningkatan mutu pendidikan melalui Assessment Lapangan (AL) Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Kegiatan assessment lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses akreditasi Program Studi PIAUD. Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi INSIDA Gresik untuk menunjukkan secara langsung berbagai capaian, tata kelola, proses pembelajaran, hingga komitmen pengembangan mutu program studi.

Assessment lapangan menghadirkan dua asesor, yakni Dr. Salwiah, M.Pd. dari Universitas Halu Oleo Kendari dan Dr. Edi Waluyo, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Semarang.
Kehadiran tim asesor menjadi momentum bagi PIAUD INSIDA untuk membuka berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan secara lebih mendalam. Tidak hanya dokumen yang berbicara, tetapi juga bagaimana pelaksanaan pendidikan benar-benar berjalan dan memberikan dampak bagi mahasiswa serta masyarakat.
Bukan Sekadar Mengejar Predikat
Akreditasi kerap dipandang sebagai urusan mendapatkan sebuah predikat. Namun bagi PIAUD INSIDA, proses ini dapat menjadi “cermin besar” untuk melihat sejauh mana program studi telah berjalan sesuai standar mutu pendidikan tinggi.
Mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, proses pembelajaran, sarana prasarana, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran dan capaian mahasiswa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memastikan mutu program studi.

Terlebih, PIAUD memiliki posisi strategis dalam menyiapkan calon pendidik anak usia dini. Kualitas pendidikan pada jenjang ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata, karena dari sinilah fondasi perkembangan anak dibangun.
Karena itu, proses assessment lapangan bukan hanya tentang “lulus akreditasi atau tidak”, melainkan tentang pertanyaan yang lebih mendasar: sudah sejauh mana PIAUD INSIDA menyiapkan pendidik yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan anak usia dini di masa depan?
Saatnya Membuktikan, Bukan Sekadar Mengklaim
Assessment lapangan juga menjadi ruang bagi PIAUD INSIDA untuk membuktikan berbagai upaya peningkatan mutu yang selama ini dilakukan.
Dengan keterlibatan asesor dari dua perguruan tinggi, proses penilaian diharapkan berlangsung objektif, profesional, dan memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan program studi ke depan.

Bagi INSIDA Gresik, apa pun hasil akhirnya nanti, proses ini menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebab, akreditasi bukan garis finis. Ia justru menjadi titik evaluasi untuk berlari lebih jauh.
Dan bagi PIAUD INSIDA Gresik, assessment lapangan kali ini menjadi momentum untuk menjawab satu hal penting: ketika mutu pendidikan diuji, seberapa siap kita membuktikannya?
