Gresik — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HIMA PGMI) INSIDA Gresik kembali menggelar kegiatan PGMI Mengajar, sebuah program pembelajaran lapangan yang dirancang untuk memberikan pengalaman mengajar langsung kepada mahasiswa PGMI. Meski hanya berlangsung selama satu hari, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk merasakan praktik mengajar secara nyata di sekolah.
Kegiatan PGMI Mengajar dilaksanakan pada 7 Januari 2026 di dua madrasah ibtidaiyah, yakni MI Al-Ma’arif Sukomulyo dan MI Al-Husna Tepen Baru Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Pelaksanaan di dua lokasi ini merupakan pengembangan dari program tahun sebelumnya yang hanya dilakukan di satu sekolah.
Pemilihan dua madrasah bertujuan memperluas ruang belajar mahasiswa, mengenalkan beragam karakteristik peserta didik, serta memberikan gambaran nyata mengenai perbedaan budaya sekolah dan manajemen pembelajaran. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap kondisi lapangan yang beragam.
PGMI Mengajar dirancang sebagai ruang praktik awal bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia profesional. Program ini dikemas menyerupai kegiatan magang dengan durasi singkat dan padat, namun tetap efektif untuk melatih keterampilan pedagogik dasar, seperti komunikasi dengan siswa, penyusunan modul ajar, serta pengelolaan kelas.
Ketua HIMA PGMI, Hermawan, bersama Abdul Fattah selaku demisioner HIMA PGMI, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kepercayaan diri dan kapasitas akademik calon guru.
“Meskipun hanya satu hari, kami ingin peserta benar-benar merasakan tantangan dan dinamika mengajar di kelas,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diterjunkan ke berbagai kelas untuk mengajar sejumlah mata pelajaran sesuai kebutuhan sekolah. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembina serta guru kelas guna memastikan proses pembelajaran berjalan terarah dan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Para peserta mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan ini. Selain menambah pengalaman praktik, PGMI Mengajar juga meningkatkan motivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan mengajar serta memahami kebutuhan dan karakter siswa di lapangan.
Melalui program ini, HIMA PGMI berharap dapat mencetak calon guru yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga matang secara praktik. Kehadiran mahasiswa PGMI sebagai pendidik pendamping turut membantu guru dalam proses pembelajaran, sekaligus menghadirkan variasi metode dan media belajar yang lebih inovatif dan menarik. Dampaknya terlihat pada meningkatnya antusiasme siswa, khususnya dalam penguatan kemampuan dasar seperti literasi dan numerasi.
Selain bermanfaat bagi mahasiswa dan siswa, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara sekolah dan perguruan tinggi, seperti pelaksanaan PPL maupun program pengabdian masyarakat. Ke depan, PGMI Mengajar diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mempererat sinergi antara kampus dan institusi pendidikan di lingkungan masyarakat. (Red)