Malang — Program Studi Psikologi Islam Institut Agama Islam (IAI) Daruttaqwa Gresik bersama Asosiasi Psikologi Islam Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Jawa Timur (API-HIMPSI Jatim) turut mengambil bagian dalam rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan rapat pleno finalisasi rekomendasi Kurikulum Inti Psikologi Islam yang diselenggarakan di Rumah Baca Cerdas Abdul Malik Fadjar, Malang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat arah pengembangan pendidikan Psikologi Islam di perguruan tinggi, sekaligus merumuskan kurikulum yang mampu menjawab tantangan psikologis masyarakat di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.
Rangkaian FGD dan rapat pleno menghasilkan rekomendasi Kurikulum Inti Psikologi Islam yang memadukan standar keilmuan psikologi modern dengan kekhasan epistemologi dan tradisi keilmuan Islam. Rekomendasi tersebut kemudian dituangkan dalam Keputusan API-HIMPSI Jatim Nomor 012/Kep/API-JATIM/VII/2026.
Bagi Program Studi Psikologi Islam IAI Daruttaqwa Gresik, keterlibatan dalam forum ini menjadi momentum strategis untuk memastikan pengembangan kurikulum program studi tetap relevan dengan perkembangan ilmu psikologi, kebutuhan masyarakat, serta karakter keilmuan Psikologi Islam.
IAI Daruttaqwa Gresik Berperan dalam Penguatan Kurikulum Psikologi Islam
Keterlibatan Program Studi Psikologi Islam IAI Daruttaqwa Gresik dalam FGD bersama API-HIMPSI Jatim merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan Psikologi Islam.
Forum tersebut mempertemukan akademisi, pengelola program studi, peneliti, praktisi, serta unsur organisasi profesi dan keilmuan Psikologi Islam dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
Melalui forum tersebut, berbagai gagasan dan masukan akademik dibahas secara komprehensif, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, struktur kurikulum, metode pembelajaran, hingga penguatan kompetensi profesional lulusan Psikologi Islam.
Kurikulum yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Psikologi Islam dalam mengembangkan kurikulum masing-masing sesuai karakteristik institusi.
Menjawab Tantangan Psikologis di Era Digital
Perkembangan teknologi dan perubahan sosial menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan manusia. Fenomena seperti krisis makna hidup (meaninglessness), alienasi sosial, perubahan pola relasi interpersonal, hingga persoalan kesehatan mental menjadi isu yang semakin penting untuk mendapatkan perhatian akademik dan profesional.
Dalam konteks tersebut, pendidikan Psikologi Islam dituntut tidak hanya mampu memahami manusia melalui perspektif psikologi modern, tetapi juga mampu menghadirkan pendekatan yang memperhatikan dimensi spiritual, moral, dan nilai-nilai keislaman.
Karena itu, pengembangan kurikulum Psikologi Islam diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan profesional, integritas, serta pemahaman yang kuat terhadap dimensi spiritual manusia.
Hal ini sejalan dengan arah pengembangan Program Studi Psikologi Islam IAI Daruttaqwa Gresik yang berkomitmen membangun pendidikan psikologi yang integratif, kontekstual, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Integrasi Epistemologi Islam dan Psikologi Modern
Salah satu aspek penting yang dibahas dalam pengembangan rekomendasi Kurikulum Inti Psikologi Islam adalah integrasi antara ilmu psikologi modern dengan epistemologi Islam.
Kerangka keilmuan tersebut dapat dikembangkan melalui empat pendekatan utama:
- Bayani, yaitu pendekatan berbasis teks dan sumber-sumber keislaman, khususnya Al-Qur’an dan Hadis.
- Burhani, yaitu pendekatan rasional dan argumentatif melalui logika serta penalaran ilmiah.
- Tajribi, yaitu pendekatan empiris melalui penelitian, observasi, eksperimen, dan pengujian ilmiah.
- Irfani, yaitu pendekatan yang memberikan perhatian terhadap dimensi spiritual, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pengalaman batin, dan kecerdasan spiritual.
Integrasi keempat pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter keilmuan Psikologi Islam yang tidak hanya memiliki kekuatan akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan orientasi kemanusiaan.
Penguatan Profil Lulusan Psikologi Islam
Rekomendasi kurikulum juga memberikan perhatian terhadap pengembangan profil lulusan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Beberapa bidang pengembangan kompetensi yang relevan antara lain:
- Konselor spiritual dan pendamping kesehatan mental masyarakat.
- Asisten peneliti dan ilmuwan Psikologi Islam.
- Islamic caregiver dalam bidang psikososial dan bimbingan spiritual.
- Pengembang sumber daya manusia dan konsultan organisasi.
- Pengembang modul psikoedukasi.
- Pengembang alat ukur Psikologi Islam.
- Konsultan keluarga dan parenting Islami.
- Pengembang layanan psikologi berbasis komunitas.
- Pelaku usaha mandiri di bidang psychopreneurship.
Penguatan profil tersebut menjadi penting bagi Program Studi Psikologi Islam IAI Daruttaqwa Gresik dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Integrasi Kajian Klasik dan Kontemporer
Salah satu kekuatan dalam pengembangan Kurikulum Psikologi Islam adalah adanya integrasi antara kajian psikologi kontemporer dengan khazanah keilmuan Islam klasik (turats).
Materi kajian dapat mencakup berbagai tema seperti Islamisasi ilmu, epistemologi Psikologi Islam, psikologi kepribadian Islam, psikologi perkembangan, psikopatologi, kesehatan mental, psikologi sosial, psikologi keluarga, hingga intervensi dan psikoterapi berbasis nilai-nilai Islam.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori psikologi modern, tetapi juga diajak memahami konsep manusia dalam perspektif intelektual dan spiritual Islam.
Bagi Program Studi Psikologi Islam IAI Daruttaqwa Gresik, pengintegrasian dua tradisi keilmuan tersebut menjadi peluang untuk memperkuat identitas akademik sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat.
Pembelajaran Berbasis Kasus, Proyek, dan Pengalaman Spiritual
Pengembangan kurikulum tidak hanya menyangkut substansi materi, tetapi juga strategi pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran kontemporer seperti Case-Based Learning (CBL), Problem-Based Learning (PBL), dan Project-Based Learning (PjBL) dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan menyelesaikan persoalan psikologis yang ditemukan di masyarakat.
Selain itu, karakteristik Psikologi Islam memungkinkan pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman spiritual (Experiential Spiritual Learning) melalui refleksi, pengembangan kesadaran diri, riyadlah, mujahadah, serta pembentukan karakter dan kematangan spiritual.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kemampuan berpikir kritis, keterampilan profesional, kematangan emosional, dan kesadaran spiritual.
FGD Mempertemukan Akademisi Psikologi Islam dari Berbagai Perguruan Tinggi
Finalisasi rekomendasi kurikulum di Rumah Baca Cerdas Abdul Malik Fadjar, Malang, diikuti oleh berbagai unsur akademisi dan pengurus API-HIMPSI Jatim.
Di antaranya terdapat perwakilan API-HIMPSI Pusat, pengurus dan dewan pertimbangan API-HIMPSI Jatim, akademisi, ketua program studi, peneliti, serta perwakilan berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
Keterlibatan berbagai perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Kurikulum Psikologi Islam merupakan agenda bersama yang membutuhkan kolaborasi dan pertukaran gagasan lintas institusi.
Program Studi Psikologi Islam IAI Daruttaqwa Gresik menjadi salah satu bagian dari ekosistem akademik tersebut dan turut memberikan kontribusi dalam proses pengembangan arah pendidikan Psikologi Islam.
Komitmen IAI Daruttaqwa Gresik Mengembangkan Psikologi Islam
Keterlibatan dalam FGD dan finalisasi rekomendasi Kurikulum Inti Psikologi Islam menjadi langkah penting bagi Program Studi Psikologi Islam IAI Daruttaqwa Gresik untuk terus melakukan penguatan kurikulum dan kualitas pembelajaran.
Melalui kolaborasi dengan API-HIMPSI Jatim serta perguruan tinggi lainnya, IAI Daruttaqwa Gresik berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan Psikologi Islam yang memiliki fondasi akademik kuat, relevan dengan kebutuhan zaman, serta tetap berakar pada nilai-nilai Islam.
Rekomendasi kurikulum tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bersama dalam membangun standar keilmuan Psikologi Islam yang lebih kuat dan adaptif.
Lebih jauh, pengembangan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan Psikologi Islam yang profesional, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi dalam menghadapi berbagai persoalan psikologis dan kemanusiaan di masyarakat.
Kolaborasi antara Program Studi Psikologi Islam IAI Daruttaqwa Gresik dan API-HIMPSI Jatim menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun masa depan pendidikan Psikologi Islam yang semakin berkualitas, relevan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Penulis: Hafizh A. Maulana
Sumber: jatimsatunews.com